Pendidikan Atau Pembodohan


 

Manusia berbeda dengan binatang yang hanya menggunakan naluri. Manusia memiliki pikiran dan kesadaran, serta kepribadian, eksistensi. Namun bukan berarti manusia tak memiliki keterbatasan, tetapi keterbatasan bukanlah suatu hal yang menjadi penjara bagi kebebasan. Keterbatasan adalah situasi yang harus disikapi dengan perjuangan agar dapat menuju dunia kebebasanya, karena keterbatasan adalah suatu batas yang mengekang. Jika seseorang pasrah, menyerah pada batas tersebut, apalagi tanpa ikhtiar dan dan kesadaran sama sekali, sesungguhnya dia adalah seorang uang tidak manusiawi, karena dia memenjarakan dirinya sendiri pada penindasan serta memenjarakan hati nuraninya kepada kebohongan yang mendosakan.

Manusia adalah penguasa atas dirinya sendiri, tuan bagi nasibnya dan kapten bagi jiwanya, dan karena itu kemerdekaan adalah suatu kewajiban bagi setiap manusia agar menjadi manusia yang bebas. Kebebasan adalah fitrah bagi manusia, oleh karena itu manusia harus manusiawi, membebaskan dirinya sendiri dari segala bentuk penindasan serta membebaskan si penindas dari penjara hati nuraninya dari ketidakjujuran melakukan penindasan. Harus ada humanisasi sebagai bentuk pemerdekaan dan pembebasan seluruh umat manusia.

Apa yang menjadi senjata utama bentuk penindasan? Jawabanya adalah pendidikan. Sistem pendidikan sekarang ini seperti sebuah bank, seorang pelajar diberikan ilmu pengetahuan agar kelak ia mampu mendatangkan hasil yang berlipat ganda. Jadi anak didik adalah obyek investasi dan deposito potensial. Sedangkan investornya adalah para guru atau pendidik yang mewakili lembaga mapan dan berkuasa, serta depositonya adalah ilmu pengetahuan yang diberikan kepada para anak didik. Anak didik pun lantas diperlakukan seberti botol kosong yang akan diisi sebagai sarana tabungan atau penanaman modal ilmu pengetahuan yang akam dipetik kelak nantinya pendidikan akhirnya bersifat negatif karena guru memberikan informasi yang wajib diketahuai, ditelan, dan diingat serta dihafalkan oleh murid tanpa adanya kesadaran dan hanya menjadi seorang penurut.

Pola pendidikan seperti itu nantinya hanya akan meciptakan duplikasi seorang guru yang hanya menghasilkan perbedaan penafsiran tanpa bisa menjawab sebuah realitas yang sebenarnya. Manusia menjadi penonton dan peniru bukan seorang pencipta yang selanjutnya mudah untuk dipahami mengapa suatu revolusi yang bahkan sangat revolusioner pada akhirnya hanya menggantikan mitos-mitos lama dengan mitos-mitos baru yang bisa saja malah menjadi lebih buruk.

Seharusnya pendidikan bertujuan untuk menjawab dan menggarap realitas yang ada dan secara metodologis bertumpu pada prinsip aksi dan refleksi total. Yaitu, prinsip bertindak untuk merubah kenyataan yang menindas dan secara terus menerus menumbuhkan kesadarab akan realitas dan hasrat untuk merubah kenyataan yang menindas.

PENDIDIKAN ITU SEHARUSNYA MENCIPTAKAN IDE, BUKAN SEKEDAR MENGKONSUMSI IDE. (paulo freire)

Anak didik bukan sekedar botol yang harus terus diisi dengan air.

 

Karya : Alam Pratama <alampratama57@gmail.com>

What's Your Reaction?

Cute
0
Cute
Fail
0
Fail
Geeky
0
Geeky
Lol
0
Lol
Love
0
Love
OMG
0
OMG
Win
0
Win
Wtf
0
Wtf
Yaaas
0
Yaaas

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendidikan Atau Pembodohan

log in

Captcha!

reset password

Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format